Saturday, 16 December 2017

Daftar Nama Perusahaan Asuransi Indonesia Dan Sejarahnya

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Daftar perusahaan Asuransi Indonesia

  • PT Tugu Pratama Indonesia

Tugu Pratama Indonesia adalah salah satu Asuransi Umum yang berdiri sejak 1981,dan berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini dimiliki oleh Pertamina.

Manajemen
  • Komisaris Utama : Arief Budiman
  • Komisaris : Eddy Purwanto Poo
  • Komisaris : M. Rudy Salahuddin Ramto
  • Komisaris : M. Harry Santoso
  • Komisaris : Pontas M. Siahaan
  • Direktur Utama : Sabam Hutajulu
  • Direktur : Andy Samuel
  • Direktur : Sigit Suciptoyono
  • Direktur : Muhammad Syahid
Website : www.tugu.com

  • PT Asuransi Jasa Indonesia (persero)

PT Asuransi Jasa Indonesia atau disingkat Asuransi Jasindo adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi.

Sejarah

Bermula pada periode transisi kedaulatan dari pemerintahan kolonial Belanda ke Pemerintahan Republik Indonesia, telah dilaksanakan nasionalisasi sejumlah perusahaan asuransi milik kolonial Belanda termasuk NV Assurantie Maatshappij De Nederlandern dan Bloom Vander EE tahun 1845 yang berdimisili di Jakarta. Semula, asuransi kerugian terebut telah menjalankan usahanya untuk memberikan perlindungan risiko terhadap perusahaan perkebunan dan sebagainya.

Nama Perusahaan Asuransi Indonesia


Setelah Indonesia merdeka sepenuhnya, perusahaan asuransi kerugian eks Belanda dan Inggris dinasionalisasi menjadi PT Asuransi Bendasraya. Seiring derap pembangunan nasional yang memerlukan jasa layanan perlindungan asuransi kerugian yang lebih luas untuk setiap proses pembangunan, maka pemerintah mengambil kebijakan berupa penggabungan usaha.

Melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 764/MK/IV/12/1972, pada tanggal 2 Juni 1834, PT Asuransi Bendasraya yang bergerak dalam asuransi rupiah dan PT Umum Internasional Underwriters (PT UIU) yang bergerak dalam asuransi valuta asing dimerger menjadi PT Asuransi Jasa Indonesia, yang sekarang lebih dikenal sebagai Asuransi Jasindo.

Manajemen
  • Komisaris Utama : Irnanda Laksanawan
  • Komisaris : Chairiah
  • Komisaris : Widodo Ekatjahjana
  • Komisaris : Didit Mehta Pariadi
  • Komisaris : Teuku Syahrul Ansari (Independen)
  • Direktur Utama : Budi Tjahjono
  • Direktur Keuangan & Investasi : Solihah
  • Direktur Operasi Ritel : Sahata L. Tobing
  • Direktur Teknik & Luar Negeri : Syarifudin
  • Direktur Pemasaran Korporasi : Untung H. Santosa

  • PT Asuransi Adira Dinamika

Asuransi Adira Dinamika atau biasa disebut dengan Adira Insurance,adalah salah satu Asuransi Umum yang berpusat di Jakarta dan berdiri sejak 1997.Perusahaan ini dimiliki oleh Bank Danamon.

Sejarah Perusahaan


Adira Insurance berdiri sejak 1997,dengan nama Asuransi Kerugian Nexus. Perusahaan lalu berubah nama menjadi Asuransi Adira Dinamika pada 2002.

Komisaris dan Direksi
  • Komisaris Utama : Stanley Setia Atmadja
  • Komisaris : Vera Eve Lim (Wakil Komisaris Utama)
  • Komisaris : Manggi Taruna Habir
  • Komisaris : Willy Suwandi Dharma
  • Komisaris : Suhandoko Tjondromuljo (Independen)
  • Direktur Utama : Indra Baruna
  • Direktur : Pratomo

  • PT Zurich Insurance Indonesia

Zurich Insurance Indonesia adalah salah satu Asuransi Umum yang berdiri sejak 1991 dan berkantor pusat di Jakarta.Perusahaan dimiliki oleh Zurich Insurance Company dan Asuransi Bina Dana Arta.

Manajemen
  • Presiden Komisaris : Tjiendra Widjaja
  • Komisaris : Matthew Reilly
  • Komisaris : Richard Uhler
  • Presiden Direktur : Brian Berry
  • Direktur : Wirahadi Suryana

  • PT Asuransi Mega Pratama
Asuransi Mega Pratama adalah sebuah Asuransi Umum yang berdiri sejak 1959,dan berkantor pusat di Jakarta.

Sejarah Perusahaan

Perusahaan ini berdiri sejak 1959,dengan nama Maskapai Asuransi Ikrar Lloyd,yang dimiliki oleh Bakrie Finance Corporation. Tahun 2003,Prima Eksekutif mengakuisisi saham perusahaan ini,dan tahun 2004,Asuransi Mega Pratama adalah nama baru yang disandang perusahaan ini.

Manajemen Perusahaan
  • Komisaris Utama : Paul Krisnadi
  • Komisaris : Hardianto Setiobudi B.Eng, MBA, M.Comm, Grad, Dip Ins, ACCI, AIINZ, ANZIIF (Fellow), FSII, CIP
  • Komisaris Independen : Soerachmad, SH, AAIK (HC)
  • Direktur Utama : Robertus Robiyanto Hartono
  • Direktur : Josef Baris, SE, MBA, AAI-K, QIP, CPIE
  • Direktur : Lani Agus Maolana, SE, Ak

  • PT Asuransi Wahana Tata

PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) adalah perusahaan asuransi umum yang telah hadir melayani nasabah sejak 1964. Kini, Aswata adalah salah satu perusahaan asuransi umum terbesar di Indonesia dengan kekuatan permodalan yang solid didukung oleh dedikasi dari hampir 1.200 karyawan di lebih dari 70 kantor yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Website: www.aswata.co.id

  • PT Asuransi Central Asia
PT. Asuransi Central Asia (ACA) berdiri pada tanggal 29 Agustus 1956 dengan nama Maskapai Asuransi Oriental N.V. Pada tanggal 5 Agustus 1958 nama perusahaan berubah menjadi PT Asuransi Central Asia (ACA). Sejak berdiri hingga saat ini, ACA telah memainkan peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. ACA meneruskan tradisi selama lebih dari 52 tahun memberikan kontribusi dalam asuransi dan perekonomian khususnya asuransi umum.

Website: www.aca.co.id

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perusahaan_asuransi_Indonesia

Pengertian Asuransi Menurut Undang-Undang No.2 Th 1992

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Istilah "diasuransikan" biasanya merujuk pada segala sesuatu yang mendapatkan perlindungan.

#Asuransi dalam Undang-Undang No. 2 Th 1992


Asuransi dalam Undang-Undang No. 2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Asuransi Dalam Undang-Undang


Badan yang menyalurkan risiko disebut "tertanggung", dan badan yang menerima risiko disebut "penanggung". Perjanjian antara kedua badan ini disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh "tertanggung" kepada "penanggung" untuk risiko yang ditanggung disebut "premi". Ini biasanya ditentukan oleh "penanggung" untuk dana yang bisa diklaim pada masa depan, biaya administratif, dan keuntungan.

Contohnya: seorang pasangan membeli rumah seharga Rp100 juta. Mengetahui bahwa kehilangan rumah mereka akan membawa mereka kepada kehancuran finansial, mereka mengambil perlindungan asuransi dalam bentuk kebijakan kepemilikan rumah. Kebijakan tersebut akan membayar penggantian atau perbaikan rumah mereka bila terjadi bencana. Perusahaan asuransi mengenai mereka premi sebesar Rp1 juta per tahun. Risiko kehilangan rumah telah disalurkan dari pemilik rumah ke perusahaan asuransi.

#Asuransi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)

Definisi Asuransi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), tentang asuransi atau pertanggungan seumurnya, Bab 9, Pasal 246:

"Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian di mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.”

#Penanggung menggunakan ilmu aktuaria

Penanggung menggunakan ilmu aktuaria untuk menghitung risiko yang mereka perkirakan. Ilmu aktuaria menggunakan matematika, terutama statistika dan probabilitas, yang dapat digunakan untuk melindungi risiko untuk memperkirakan klaim di kemudian hari dengan ketepatan yang dapat diandalkan.

Contohnya, banyak orang membeli kebijakan asuransi kepemilikan rumah dan kemudian mereka membayar premi kepada perusahaan asuransi. Bila kehilangan yang dilindungi terjadi, penanggung harus membayar klaim. Bagi beberapa tertanggung, keuntungan asuransi yang mereka terima jauh lebih besar dari uang yang mereka telah bayarkan kepada penanggung. Lainnya mungkin tidak membuat klaim. Kalau dirata-ratakan dari seluruh kebijakan yang dijual, total klaim yang dibayar keluar lebih rendah dibanding total premi yang dibayar kepada tertanggung, dengan perbedaannya adalah biaya dan keuntungan.

#Keuntungan Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi juga mendapatkan keuntungan investasi. Ini diperoleh dari investasi premi yang diterima sampai mereka harus membayar klaim. Uang ini disebut "float". Penanggung bisa mendapatkan keuntungan atau kerugian dari harga perubahan float dan juga suku bunga atau deviden di float. Di Amerika Serikat, kehilangan properti dan kematian yang tercatat oleh perusahaan asuransi adalah US$142,3 miliar dalam waktu lima tahun yang berakhir pada 2003. Tetapi keuntungan total di periode yang sama adalah US$68,4 miliar, sebagai hasil dari float

Prinsip dasar asuransi

Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi, yaitu:
  • Insurable interest

Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.

  • Utmost good faith
Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah: si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas objek atau kepentingan yang dipertanggungkan.

  • Proximate cause
Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.

  • Indemnity
Suatu mekanisme di mana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).

  • Subrogation
Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.

  • Contribution
Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi